Hati-Hati Modus Penipuan Online

Hati-hati Modus Penipuan Online
 
Akhir-akhir ini penipuan banyak dilakukan dimana-mana, korban penipuan tidak mengenal umur ataupun jabatan. Tidak hanya terjadi di dunia nyata bahkan dunia maya sekalipun. Semua bisa terkena, apalagi jika masih belum tahu modus yang biasa dilakukan para penipu. Baik itu dari menyebarkan virus, membuat situs palsu, atau juga jebakan lain yang terlihat menggiurkan apalagi yang bersifat rahasia.

Berikut adalah 5 modus penipuan yang paling sering dilakukan oleh para penjahat cyber.
  • Janji Manis Kerja di Rumah
Bosan jadi pegawai dan ingin punya bisnis sendiri? Hal itu bisa dimanfaatkan penipu untuk menjerat para calon korbannya. Di sini calon korban akan diiming-imingi salah satu cara untuk mencari uang dari rumah, pekerjaan yang ditawarkan biasanya tidak sulit namun bisa menghasilkan begitu banya uang. Tapi awas, jangan langsung percaya. Sebab 38% koresponden Microsoft mengaku telah menemui penipuan sejenis ini. Kelima modus yang telah disebutkan itu memang adalah jenis penipuan yang paling populer, namun tak dipungkiri lagi jika di luar sana masih banyak jenis penipuan lainnya. Termasuk melalui jejaring sosial yang kian ramai.
  • Pangeran dan Putri Penipu
Pernah menerima email dari seseorang yang mengaku sebagai pangeran atau putri dari negara tertentu? Jika iya, hampir dipastikan bahwa itu adalah salah satu jenis penipuan yang paling populer. Pelaku yang mengaku pangeran atau putri itu biasanya meminta pertolongan kepada korban, biasanya berbentuk donasi dengan mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan. Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini menguasai 39% dari hasil survei yang dilakukan.
  • Selamat, Anda Menang Lotre!
Siapapun pasti tergiur dengan kalimat tersebut, apalagi yang belum tahu dengan modus ini. Namun pastinya semua pengguna internet sudah tidak asing dengan modus penipuan ini, di sini calon korban akan dimingi-imingi uang benilai besar sebagai hadiah lotre. Walaupun secara sadar berpikir tidak pernah mengikuti undian seperti ini. Namun alih-alih mendapatkan uang yang diinginkan, korban justru biasanya dimintai mengisi data diri pada form khusus. Tapi ada juga yang malah dibawa berkeliling menuju situs yang tidak jelas. Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini pernah dialami 44% koresponden mereka.
  •       Antivirus Palsu
Penyebaran antivirus palsu memang kian menjadi-jadi. Pelaku biasanya menakuti-nakuti korban dengan menyebutkan bahwa komputernya terinfeksi virus berbahaya, ia pun sok menjadi pahlawan dengan menawarkan bantuan pembersihan. Tak dinyana, pelaku yang seolah-olah menjadi dewa penolong itu justru akan memasukkan virus ke dalam komputer korban, atau menawarkan program antivirus palsu yang berharga miring. Modus seperti ini memang sudah lama beredar, saking lamanya malah sudah ada pelaku yang berhasil dibekuk. Wanita ini pun diganjar dengan hingga denda Rp 1,5 Triliun. Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini menguasai 40% dari hasil survei yang dilakukan.
  •    Email Jebakan
Terkadang ada email yang mengaku-ngaku dari instansi atau perusahaan tertentu. Tapi awas bisa jadi itu adalah salah satu modus penipuan jika email tersebut mengandung link yang tidak jelas arahnya. Terdengar aneh memang, namun modus penipuan seperti itu ternyata pernah dialami 39% koresponden yang mengikuti survei Microsoft.

Silahkan Baca juga Resiko Dalam Menggunakan Software Bajakan


Hasil survei tersebut juga menyebutkan bahwa hanya ada 12% dari total koresponden yang merasa sudah terlindungi dengan baik, sedangkan sisanya mengaku pernah terjebak dengan penipuan tersebut.
masih banyak lagi sebenarnya modus penipuan ini, next time saya posting....
Terima kasih telah membaca artikel ini semoga menambah wawasan tetang cybercrime.


Powered by Blogger.